Koordinasi Lintas-batas dalam Hukum dan Kebijakan Persaingan Usaha (Cross-border Coordination of Competition Policy and Law / CPL)*

Isu mengenai persaingan usaha telah dirasa perlu untuk ditangani secara bersama-sama. Hal ini disebabkan semakin banyaknya negara-negara di dunia ini yang mengadopsi hukum dan kebijakan persaingan usaha serta mulai menjamurnya otoritas yang diberi kewenangan untuk mengurusi isu tersebut. Terlebih urgensi dari globalisasi telah menyebabkan adanya persaingan usaha bagi para pelaku bisnis baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang bukan tidak mungkin melakukan bisnis lintas-batas negara. Dengan adanya urgensi tersebut dan semakin berkembangnya dunia, maka sangat pantaslah jika diperlukan suatu koordinasi lintas-batas negara mengenai isu persaingan usaha ini.

Munculnya kebutuhan akan adanya koordinasi lintas batas mengenai isu persaingan usaha dipacu oleh berbagai hal. Pertama, otoritas persaingan usaha yang ada di dunia sudah lebih dari 104 agensi dari 92 yuridiksi (ICN Factsheet and Key Messages, April 2009) dan ada kecenderungan untuk terus bertambah. Semakin banyaknya keberadaan otoritas atau agensi persaingan usaha telah menandakan bahwa isu persaingan usaha semakin meluas dan penting untuk ditindaklanjuti dan bahwa usaha bisnis lintas-batas negara yang memicu persaingan usaha yang diakibatkan oleh globalisasi semakin butuh untuk dikoordinasikan.

Kedua, adanya keberagaman tradisi penyelenggaraan hukum di masing-masing Negara di dunia telah menjadi hambatan tersendiri bagi para pelaku usaha yang terlibat kasus anti-persaingan usaha lintas-batas negara. Tradisi penyelenggaraan hukum di dunia yang beraneka-ragam tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe utama, yaitu US (Amerika), EU (Uni Eropa), dan Asia. Penyelenggaraan sistem hukum di ketiga regional tersebut tidaklah sama dan karenanya menjadi sulit untuk melakukan kerjasama internasional dalam hukum dan kebijakan persaingan usaha, khususnya melakukan koordinasi lintas-batas negara.

Ketiga, secara umum dapat dikatakan bahwa penanganan atau kerjasama mengenai investigasi kasus anti-persaingan usaha tidaklah cukup untuk dilakukan hanya dengan 1 atau 2 yuridiksi. Semakin banyak yuridiksi yang dapat dirangkul untuk diajak bekerja sama, misalnya dalam kerjasama pada level penyelidikan atau kerjasama dalam hal merumuskan upaya ganti rugi, akan semakin baik daripada hanya dengan melibatkan segelintir yuridiksi saja. Tentunya akan menjadi jauh lebih efektif dan efisien jika koordinasi lintas-batas mengenai persaingan usaha dilakukan dengan banyak pihak untuk memudahkan penangangan perkara, dan juga tentunya untuk melakukan usaha yang sehat.

Keempat, suatu keseragaman atau konvergensi dalam menangani kasus yang melibatkan banyak yuridiksi sangatlah diperlukan, termasuk dalam menangani kasus antipersaingan usaha. Jika tidak terdapat suatu keseragaman, tentunya akan menjadi tantangan tersendiri dalam kerjasama internasional mengenai hukum dan kebijakan persaingan usaha.

Adapun praktik anti-persaingan sehat dengan dimensi internasional dapat diketahui pada tiga hal. Pertama, praktik anti-persaingan sehat dengan pengaruhnya pada beberapa pasar, terutama oleh kartel internasional. Kedua, praktik anti-persainagan yang mempengaruhi akses pasar, contohnya kartel impor, vertical agreements, praktik distribusi yang tidak sehat, dan sebagainya. Ketiga, praktik anti-persaingan yang efeknya ditemukan pada pasar asing, contohnya kartel ekspor.

*Disarikan dari presentasi mengenai ‘Cross-border Cooperation of CPL – Needs, Scope and Challeges’ oleh Ms. Kamala Dawar pada AEGC Capacity Building Workshop – Coordination on Cross-border Issues on Competition: Opportunities and Challenges, 20-21 September 2011, Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s